Senin, 16 Mei 2011

JIHAD MENURUT SAYA

Membahas masalah jihad adalah hal yang sangat sensitif, tapi apa salahnya saya punya pandangan sendiri tentang jihad di masa kini.
Saya hidup di Negara Indonesia yang notabene adalah mayoritas umat Islam, dari yang benar-benar paham Islam, hanya keturunan dari orang tua yang Islam, ataupun sekedar pelengkap data di KTP.
Apapunlah itu, tapi menurut saya Jihad yang tepat di negara kita jaman sekarang ini bukanlah dengan bom-boman ataupun tindakan apapun yang menyulut kebencian dari kaum yang lain. Karena hal ini hanya akan menimbulkan tafsiran yang salah tentang Indahnya Islam. Bahkan cenderung membenci Islam.
jihad tidak harus dengan perang, ingat kita tak lagi hidup di zaman rasul yang memang dulu umat islam selalu diserang kaum kafir. ( Ingat diserang, dan membela diri, bukan menyerang ).
Nah, sekarang jaman udah damai, Jihad tidak harus dengan gugur sebagai syuhada. Apalagi dengan Bom Bunuh Diri. Apapun alasannya ingatlah Allah sangat tidak menyukai umatnya yang menganiaya diri.
Bukankah dengan berdakwah itu juga JIHAD ?? Alasannya dengan berdakwah kita berarti menyiarkan agama kebenaran, agama Islam. Memberi pencerahan apa itu Islam, sehingga mereka paham akan Islam. tak hanya sekedar menerka-nerka sehingga bisa salah memaknai Islam. Seandainya saja semua sadar akan hal ini, sungguh betapa damainya dunia ini, ( Mungkinkah terjadi ? )

Kandungan Surat Al 'Alaq

Surat Al 'Alaq mengandung dua perintah utama yang bila dilaksanakan, umat Islam pasti akan sangat maju dalam bidang agama dan teknologi.
PERINTAH PERTAMA
" iqro' biismirobbikalladzii kholaqa. Kholaqal insaana min 'alaq."
Artinya : " Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah."
Penjelasan
Ismi adalah nama. Bila diperintahkan untuk baca artinyah perintah memanggil. membaca ismi robbik artinya memangil nama Tuhan berarti menyangkut 99 nama Tuhan yaitu Al Asmaa-ul Husnaa.
Berarti pula kita harus selalu mengingat dan menyebut nama Allah SWT karena Dialah yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. ( Telah dibuktikan di dunia kedokteran bahwa manusia terbentuk dari pertemuan antara sel telur dan sel sperma dalam ovarium wanita yang kemudian terbentuk embrio ).
Allah SWT yang telah menciptakan kita, maka hanya kepada-Nyalah sepatutnya menyembah dan meminta pertolongan.
PERINTAH KEDUA
" Iqro' warobbukal akramu. Alladzii allama bilqalamu. Allamal insaana maalam ya'lam."
Artinya : '" Bacalah dan Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar dengan Qolam, yang mengajar manusia, apa saja yang tidak diketahuinya."
Penjelasan
Iqro' kedua ini, Allah memberi pengetahuam dengan menggunakan Qolam/Pena/Alat tulis. Berarti manusia harus kreatif menciptakan alat tulis dan dengan alat tulis itulah maka akan meningkatkan pengetahuan manusia disegala bidang. Alat Tulis mulai dari Qolam pena, mesin ketik, mesin cetak, mesin hitung, komputer, dan internet. Hasil Tulisan berupa buku-buku karya ilmiah.
Jadi perintah iqro' yang kedua ini akan menimbulkan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi inilah yang dimaksud dengan jaman Modern.
Setelah adanya perintah membaca nama Tuhan Allah SWT dan perintah membaca alam, janji Tuhan Allah SWT mengajarkan pada manusia pengetahuan, semula tidak tahu menjadi tahu. Maka hal ini harus dilaksanakan dengan baik, sehingga manusia akan memperoleh iman yang kokoh dan ilmu pengetahuan yang banyak.
Jadi, semakin jelaslah bahwa membaca itu jendela dunia, bahkan Allah SWT sampai menurunkan ayat ini kepada Nabi Muhammad SAW agar disampaikan pada umatnya yang mau berpikir.

Sabtu, 07 Mei 2011

AL ASMA-UL HUSNAA

Al Asmaa-ul Husnaa yaitu nama-nama Allah yang bagus-bagus. Nama-nama yang diperintahkan untuk dibaca dalam berdo'a. sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al A'rof ayat 180:
" Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husnaa, maka berdo'alah kamu semua kepadaNya dengan menggunakan Al Asmaa-ul Husnaa." ( QS.Al A'rof : 180 )
Keistimewaan Al Asmaa-ul Husna adalah do'a yang efektif dan efisien karena mudah dibaca, pendek, ringan, tetapi sudah mencangkup urusan dunia dan akhirat. " Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, barang siapa hafal ( membaca setiap hari ) masuk surga." ( Sunan Timirmidzi juz 5 hal 193 no.Hadist 3575 )
Manfaat membaca Al Asmaa-ul Husnaa :
1. hati menjadi tenang dan mantab,
2. iman bertambah kuat, diikuti amal shaleh,
3. hidup makin bergairah, makin bersemangat untuk membangun dunia dan akhirat,
4. hilang rasa gelisah, susah, stress, dan putus asa,
5. akhlak makin baik, menuju akhlalul karimah ( mulia )
6. dicintai Allah SWT, ahli langit dan ahli bumi,,
7. semangat belajar meningkat, sifat malas hilang, dll.
Al Asmaa -ul Husnaa :
Allah , yaitu Tuhan yang dituju, yang Maha Suci dari kekurangan-kekurangan, dan yang Maha Sempurna dengan segala sifat keagungan, kemuliaan dan kesempurnaan.

Ya Allah, Ya Rakhmaan, Ya Rakhiim, Ya Malik, Ya Quddus, Ya Salaam, Ya Mu'min, Ya Muhaimin, Ya 'Aziiz, Ya Jabbaar, Ya Mutakabir, Ya Khaaliq, Ya Baari', Ya mushawwir, Ya Ghaffaar, Ya Qohhaar, Ya Wahhab, Ya Razzaaq, Ya Fattaah, Ya 'Aliim, Ya Qaabudlu, Ya Baasith, Ya Chaafidh, Ya Raafi', Ya Mu'izz, Ya Mudzill, Ya Samii', Ya Bashiir, Ya Khakam, Ya 'Adlu, Ya Lathiif, Ya Chabiir, Ya Khaliim, Ya 'Adhiim, Ya Ghaafur, Ya Syakuur, Ya 'Aliyy, Ya Kabiir, Ya Hafidh, Ya Muqiit, Ya Khasiib, Ya Jaliil, Ya Kariim, Ya Roqiib, Ya Mujid, Ya Waasi', Ya Khakiim, Ya Waduud, Ya Majiid, Ya Baa'its, Ya Syahiid, Ya Khaqq, Ya Wakiil, Ya Qawiyy, Ya Mattin, Ya Waliyy, Ya Khamiid, Ya Mukhshi, Ya Mubdi, Ya Mu'iid, Ya Mukhyi, Ya Mumiit, Ya Khayyu, Ya Qayyuum, Ya Waajid, Ya Maajid, Ya Waakhid, Ya Akhad, Ya Shamad, Ya Qaadir, Ya Muqtadir, Ya Muqdim, Ya Muachir, Ya Awwal, Ya Akhir,Ya Dhaar, Ya Baathin, Ya Waaly, Ya Muta'aaly, Ya Barru, Ya Tawwab, Ya Muntaqim, Ya 'Afuww, Ya Ra'uuf, Maalikul Mulki, Dzal Jalaali Wal Ikraam, Ya Muqsitu, Ya Jaami', Ya Ghaniy, Ya Mughnii, Ya Maani', Ya Dhaar, Ya Naafi', Ya Nuur, Ya Hadii, Ya Badii', Ya Baaqii, Ya Waarits, Ya Rasyiid, Ya Shabuur, Jalla Jallaluh Al Ladzi lam yalid walam yuulad walam yakullaahuu kufuwan akhad.

Sabtu, 30 April 2011

Terjemahan Surat Yaasin

Terjemahan Surat Yaasin

  1. Yaasiin.
  2. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah.
  3. Sesungguhnya kamu ( hai Muhammad ) adalah sebagian dari orang-orang yang diutus Allah.
  4. ( Berada ) di atas jalan yang lurus.
  5. Yang diturunkan oleh Dzat  Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang  ( Terhadap hamba-Nya ).
  6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, maka mereka lalai.
  7. Sesungguhnya perkataan/ketentuan Allah pasti berlaku terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
  8. Sesungguhnya Kami memasang belenggu pada leher mereka sampai ke dagu, merekapun tertengadah.
  9. Kami jadikan dinding didepan meraka dan dinding di belakang mereka, Sehingga mereka tidak dapat melihat.
  10. Sama saja bagi mereka, apakah kamu memberi peringatan kepada mereka atau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak beriman.
  11. Kamu ( Muhammad ) hanyalah memberi peringatan terhadap orang-orang yang mau mengikuti ( Al Qur'an ) dan yang takut kepada Dzat  Yang Maha Pemurah walau ghaib, dan gembirakanlah ia dengan ampunan dan pahala yang mulia.
  12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami mencatat apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam ( kitab ) induk yang nyata.
  13. Dan buatlah perumpamaan buat mereka, yaitu penduduk negeri, ketika para utusan ( para rasul ) datang kepada mereka.
  14. Ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, lalu Kami perkuat dengan utusan ketiga, ketiga utusan berkata " Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
  15. Mereka ( penduduk negeri ) berkata " Tidaklah kamu semua kecuali manusia seperti kami, dan Allah tidak menurunkan sesuatu apapun. Tidaklah kamu semua kecuali berdusta".
  16. Mereka ( utusan Allah ) menjawab," Tuhan kami mengetahui bahwa kami adalah utusan-utusanNya kepadamu".
  17. " Tugas kami hanyalah menyampaikan yang jelas."
  18. Mereka ( penduduk negeri ) berkata " Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, jika kamu tidak berhenti ( dari da'wah ),  niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan disentuh oleh siksaan yang pedih dari kami".
  19. Mereka ( para utusan ) berkata," Kemalanganmu adalah karena kamu sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan ( kamu akan celaka? Tak mungkin karena kamu hanya bohong belaka ), Sesungguhnya kamu adalah kaum yang melampaui batas"
  20. Seorang laki-laki datang dengan bergegas dari ujung kota sambil berkata," Wahai kaumku ikutilah para utusan itu."
  21. " Ikutilah orang yang tidak meminta upah kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang memperoleh petunjuk."
  22. " Mengapakah aku tidak menyembah Dzat yang telah menciptakanku, dan hanya kepada-Nya kamu ( semua ) akan dikembalikan?"
  23. Apakah aku menyembah kepada tuhan-tuhan selain Allah? Jika Dzat Ynag Maha Pemurah berkehendak mendatangkan bahaya niscaya syafa'at mereka tidak berguna bagiku dan tidak dapat menyelamatkanku."
  24. Jika demikian , maka sesungguhnya saya pasti dalam kesesatan yang nyata.
  25. " Sesungguhnya aku beriman kepada Tuhanmu ( Allah ) maka dengarkanlah ( Perkataan )ku, ( Sebagai saksi atas imanku )".
  26. Dikatankan ( kepadanya ) " Masuklah kamu ke Surga! ia menjawab," Alangkah baiknya kalau kaumku mengetahui".
  27. " Apa yang menyebabkan Tuhanku telah mengampuni dan menjadikan saya termasuk orang-orang yang dimuliakan."
  28. " Dan Kami tidak menurunkan atas kaumnya sesudah dia ( meninggal dunia ) suatu pasukan dari langit dan Kami memang tidak menurunkannya."
  29. " Tidak ada siksaan atas mereka kecuali satu teriakan saja, maka tiba-tiba binasalah mereka".
  30. Wahai penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tidaklah datang seorang rosul pun kepada mereka melainkan mereka selalu menertawakannya.
  31. " Tidaklah mereka melihat betapa banyak umat sebelum mereka Kami binasakan, sungguh mereka ( yang telah binasa itu ) tiada dapat kembali kepada mereka."
  32. " Dan sungguh semuanya akan dihimpun dan dihadirkan kepada Kami.
  33. Sesuatu tanda ( kekuasaan Kami ), bagi mereka adalah bumi yang mati, Kami hidupkan ( suburkan ) bumi yang mati ( kering ) itu dan Kami keluarkan biji-bijian yang dapat mereka makan daripadanya.
  34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur, lalu Kami pancarkan padanya mata-mata air.
  35. Agar mereka dapat makan dari buahnya dan apa yang dikerjakan oleh tangan mereka. Apakah mereka tidak bersyukur ( kepada yang menciptakan )
  36. Maha Suci Dzat yang menciptakan sesuatu yang berpasang-pasangan, baik segala sesuatu yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa-apa yang tidak mereka ketahui.
  37. Suatu tanda ( bagi Kekuasaan Allah ) adalah malam, Kami tanggalkan siang daripadanya, maka tiba-tiba mereka dalam kegelapan.
  38. Dan matahari itu berjalan dari tempat peredarannya. Itulah ketetapan ( Tagdir ) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
  39. Dan terhadap bulan kami tetapkan manzilah-manzilah, sehingga dia kembali seperti tandan kurma yang tua.
  40. Matahari tidak mungkin menyusul bulan dan malam tidak mendahului siang dan semuanya beredar pada falaknya ( tempat peredarannya masing-masing ).
  41. Dan sesuatu tanda ( kebesaran Allah ) bagi mereka adalah bahwasanya Kami bawa keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan ( untuk mengarungi lautan ).
  42. Kami ciptakan pula untuk mereka sesuatu yang mereka naiki seperti kapal.
  43. Apabila Kami kehendaki, maka Kami haramkan mereka, maka kami ada orang yang dapat menolongnya dan mereka tidak diselamatkan.
  44. Kecuali karena Rahmat dari Kami dan kesenangan sampai suatu waktu.
  45. Dan apabila dikatakan kepada mereka," takutlah kamu akan sesuatu ( siksaan ) yang dihadapanmu dan apa yang akan datang, semoga kamu mendapat rahmat.
  46. dan tidaklah datang kepada mereka suatu tanda dari beberapa tanda ( wujud dan kekuasaan Allah ) kecuali mereka berpaling daripadanya.
  47. Dan apabila dikatakan kepada mereka, " Nafkahlah sebagian rizki yang dianugerahkan oleh Allah kepadamu, orang-orang kafir berkata, " Apakah kami akan memberi makan orang yang seandainya Allah menghendaki, tentu Dia akan memberinya makan, tidaklah kamu kecuali dalam kesesatan yang nyata".
  48. Dan mereka berkata," kapankah ( tibanya ) janji ini jika kamu orang-orang yang benar?"
  49. Mereka tidak menantikan, melainkan satu teriakan yang membinasakan mereka, ketika mereka sedang bertengkar.
  50. Mereka tidak dapat berwasiat dan tidak ( pula ) kembali kepada keluarganya.
  51. Dan ditiuplah sangkala ( terompet ), lalu tiba-tiba mereka keluar dari kuburnya dengan segera kepada Tuhan mereka.
  52. Seraya mereka berkata," Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami daari tempat tidur kami ( kubur )? inilah yang dijanjikan oleh Dzat Yang Maha Pemurah, dan Rasul - rasul itu benar."
  53. Tidak adalah teriakan itu kecuali satu teriakan, lalu mereka dihadirkan kepada Kami.
  54. Maka pada hari itu seseorang tidak teraniaya sedikitpun dan kamu tidak mendapat balasan kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
  55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan.
  56. Mereka dan para istri mereka ada ditempat yang teduh sambil bertelekan diatas tempat tidur-tempat tidur.
  57. Disana mereka mendapat buah-buahan dan apa yang mereka minta.
  58. Mereka mendapat ucapan," Selamat sejahtera, dari Tuhan Yang Maha Penyayang."
  59. Dan berpisahlah kamu pada hari ini hai orang-orang yang jahat.
  60. Tidakkah Aku telah memerintahkan kepadamu hai anak-anak Adam, bahwa janganlah kamu menyembah Syaitan, karena sesungguhnya ia adalah, musuhmu yang nyata.
  61. Dan sembahlah Aku, inilah jalan yang lurus.
  62. Sesungguhnya Syaithan telah menyesatkan makhluk yang banyak diantara kamu, apakah kamu tidak memikirkan(nya).
  63. inilah ( neraka ) Jahannam yang kamu dulu diancam ( dengannya ).
  64. Masuklah kamu kedalamnya pada hari ini ( hari kiamat ), karena kamu dahulu mengingkari(nya).
  65. Pada hari ini Kami kunci mulut mereka dan tangan mereka berbicara kepada Kami dan kaki mereka menjadi saksi atas segala apa yang mereka usahakan.
  66. Dan seandainya Kami kehendaki, niscaya Kami hapuskan penglihatan mereka, maka mereka berlomba-lomba ( mencari ) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat.
  67. Dan Seandainya Kami kehendaki, niscaya Kami rubah mereka ditempat mereka, maka mereka tak dapat terus ( ke muka ) dan kembali ( ke belakang ).
  68. Barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, maka Kami kembalikan dia kepada kejadiannya. Apakah mereka tidak memikirkan?
  69. Dan Kami tidak mengajarkan syair ( pantun ) kepadanya ( Muhammad ) dan tidak pantas itu untuknya, Al Qur'an ini tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang nyata.
  70. Supaya ia ( Muhammad ) memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup ( pikirannya ) dan supaya pastilah ketetapan ( siksaan ) atas orang-orang kafir.
  71. Tidakkah mereka melihat bahwa sesungguhnya kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang Kami ciptakan dengan  kekuasaan Kami, lalu mereka memilikinya.
  72. Dan Kami tundukkan diantara binatang-binatang itu, maka diantaranya untuk jadi kendaraan untuk jadi kendaraan mereka dan sebagiannya mereka makan.
  73. Dan mereka padanya mendapat manfaat dan minuman ( air susunya ). Mengapa mereka tidak berterima kasih?
  74. Mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
  75. Tuhan-tuhan ( berhala - berhala ) mereka tidak dapat menolong, padahal tuhan-tuhan mereka menjadi bala tentara yang dihadirkan untuk menjaga mereka.
  76. Maka, janganlah perkataan mereka menyusahkan kamu. Sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
  77. Tidakkah manusia milihat bahwasanya Kami menciptakannya dari setetes air mani, lau tiba-tiba dia menjadi pembantah yang nyata.
  78. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa akan kejadiannya. Dia berkata, " Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur luluh?"
  79. Katakanlah ( Muhammad )," Tuhan yang menciptakannya pertama kali akan menghidupkannya dan Dia Maha Mengetahui semua makhluk."
  80. " Yaitu tuhan yang menjadikan api dari kayu yang hijau ( basah ) untukmu, lalu kamu tiba-tiba menyalakan api ( daripadanya )."
  81. Apakah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi tidak kuasa untuk menciptakan makhluk yang serupa dia? Ya ( mampu ) dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
  82. Sesungguhnya urusan ( perintah )-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah Dia berfirman 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu.
  83. Maha Suci Tuhan yang kekuasaan atas segala sesuatu ada di tangan-Nya ( kekuasaannya ), dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.